Habel Penebar Jamban Di Desa Probur

03 Januari 2010 | Cerita | 751 | written by Wisnugroho

Habel (55 tahun) merupakan salah seorang anggota Tim Kesehatan Desa (TKD) dari Dusun A (Wormanen), Desa Probur, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Lelaki separuh baya ini selalu giat mengikuti pelatihan yang dilakukan berbagai pihak di desanya. Salah satunya, Habel pernah mengikuti pelatihan pembuatan kloset di Dusun C (Alower) yang masih bagian dari Desa Probur.

Setelah mengikuti pelatihan, dia tertarik mengembangkan teknik mencetak kloset di dusunnya sendiri. Berbekal keterampilan yang telah dia peroleh selama pelatihan, Habel membentuk kelompok kloset di dusunnya yang beranggotakan 6 orang. Melalui kelompok ini, Habel dan teman-temannya melatih masyarakat untuk membuat kloset. Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang. Pasca pelatihan yang dilakukan secara swadaya ini, 15 orang peserta ini mengumpulkan iuran berupa bahan material pembuatan. Rencana ini juga disupport oleh UPKM/CD Bethesda YAKKUM area Alor dalam bentuk semen dan meminjamkan alat cetakan kloset. Awalnya, kelompok ini berhasil memproduksi 15 unit kloset dan hasilnya dibagikan kepada 15 orang anggota kelompok.

Dengan demikian di Dusun Wormanen Desa Probur, ada dua kelompok, yang pertama Tim Jamban yang anggotanya 6 orang sebagai tim yang secara teknis memiliki keahlian mencetak kloset, sedangkan kelompok kedua adalah Kelompok Kloset yang beranggotakan 15 orang, alumni pelatihan yang dilatih secara swadaya oleh Tim Jamban. Tidak sampai di situ, Habel berupaya keras mewujudkan cita-cita dan mimpinya, yakni agar semua rumah di dusunnya memiliki jamban.

Seiring waktu, akhirnya 15 anggota ini sudah menyiapkan tempat di rumahnya masing-masing yang dilakukan secara gotong-royong membuat lubang jamban dan galian l pondasi sambil menunggu giliran mendapatkan kloset bergulir. Sampai Desember 2019 telah terbangun 5 unit jamban sehat siap pakai dari hasil murni secara swadaya dan mandiri tanpa dukungan material dari pihak luar. Upaya mempercepat dan memberikan motivasi kepada masyarakat di dusun Wormanen, Habel dan Tim Jamban berinisiatif mengadakan lomba Jamban Sehat. Sudah ada 59 rumah yang memiliki jamban dari 105 rumah yang ada di Wormanen. Panitia lomba mengundang petugas sanitasi Puskesmas Probur untuk menilai 59 rumah yang telah memiliki Jamban tersebut dengan kriteria yang telah ditentukan pengelola Sanitasi Puskesmas Probur. Tiga jamban yang terbaik ditetapkan sebagai pemenang lomba. Masyarakat pun semakin paham kriteria jamban sehat setelah melihat jamban yang ditetapkan sebagai juara.

Melalui berbagai upaya tersebut, jika sebelumnya di Dusun Wormanen bila ada angin berhembus, aroma kotoran manusia tercium jauh kemana-mana, akhir-akhir ini sudah sirna karena kesadaran masyarakat sudah tumbuh untuk tidak buang air besar sembarangan (BABS). Akhrinya mimpi Habel terwujud dan dia semakin bersemangat karena dirinya adalah Tim Kesehatan Desa (TKD) yang mempunyai tanggung jawab moral untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Desa.

“Tahun 2020 Kampung Wormanen adalah Dusun yang Stop BABS,” tekad Habel. Semangat Habel terus menebar dengan energinya yang terus bergelora sehingga dia dipercaya oleh desa-desa sekitar, untuk melatih membuat kloset bagi masyarakat. *(Wisnugroho).