100% STBM MENUJU DEKLARASI

By Admin | Saturday, 13 February 2018 | 246 views

 

Namanya Sarniati, namun warga desa sering memanggilnya Mama Juwi. Pekerjaannya sebagai tenaga sanitarian di Puskesmas Elopada, Kecamatan Wewewa Timur, Sumba Barat Daya. Dia sekaligus penanggungjawab program STBM di Puskesmas Elopada dengan cakupan wilayah meliputi 19 desa.

Bukan perkara yang mudah bagi Mama Juwi untuk bisa menjangkau seluruh desa dengan kondisi geografis di daerah pegunungan dan akses transportasi yang masih sulit. Namun, semua itu bukan alasan baginya untuk berkunjung dari rumah ke rumah dan melakukan pendidikan penyadaran hidup bersih bersama masyarakat desa. Bahkan, di bawah terik panas atau hujan, dia seringkali masih mendampingi masyarakat untuk membuat percontohan jamban sehat. Otomatis waktu berkumpul dengan keluarga juga menjadi berkurang. Semua itu dia lakukan demi menjaga semangat masyarakat yang sudah punya komitmen untuk memperbaiki sanitasi.

Ada tiga desa yang secara khusus dia dampingi untuk mencapai 100% STBM 5 pilar, yaitu Desa Dikira, Desa Nyuralele dan Desa Dedepada. Kegiatan ini dilakukan atas kerjasama Pemerintah Sumba Barat Daya dengan UPKM/CD Bethesda Yakkum melalui Program SEHATI. Menurut Mama Juwi, peran sanitarian berdasarkan tupoksinya adalah penanggungjawab program sanitasi atau STBM. Sebelum ada SEHATI, tugas untuk mencapai keberhasilan program sanitasi ini terasa berat. Namun, setelah memahami model pendekatan yang dilakukan SEHATI dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan berbagai stakeholder, pendekatan tersebut sangat membantu tugas sanitarian dalam pencapaian STBM.

Sistem dan mekanisme pelaksanaan STBM yang sudah didesain secara sistematis sangat memudahkan dalam pelaksanaan di masyarakat. Tahapan dimulai dari pembentukan Tim STBM Desa yang terdiri dari beberapa unsur di desa dan dilembagakan melalui Surat Keputusan Kepala Desa. Tim ini untuk bertanggungjawab mewujudkan sanitasi sehat di masyarakat. Selanjutnya muncul dukungan anggaran dari Dana Desa atau Alokasi Dana Desa untuk kegiatan STBM di desa. Alokasi dana diperuntukkan, baik berupa insentif kader maupun operasional kegiatan STBM. Bahkan ada alokasi dana untuk peningkatan tangga sanitasi yang layak hingga deklarasi STBM. Perencanaan dan penganggaran STBM menjadi komitmen pemerintah desa setiap tahunnya secara berkelanjutan. “Kini, tak ada lagi kader yang terabaikan,” kata Mama Juwi.

Menurut Mama Juwi, awalnya penganggaran Dana Desa untuk kegiatan STBM dan insentif kader STBM dianggap membebani keuangan desa. Mengingat insentif kader posyandu sudah dibebankan kepada pemerintah desa dan sekarang ditambah insentif untuk kader STBM. Namun, setelah dirasakan manfaat dan hasilnya dapat memperbaiki kondisi sanitasi di masyarakat dan kini sedang menuju 100% STBM, maka pemerintah desa termotivasi untuk menetapkan keberlanjutan STBM dalam Peraturan Desa.

Keberhasilan yang diraih desa-desa di Kecamatan Wewewa Timur ini tidak terlepas dari peran aktif Pokja AMPL Kabupaten dan Kecamatan bersama mitra UPKM/CD Bethesda YAKKUM yang terus mendorong pemerintah desa untuk membentuk kelembagaan Tim STBM Desa merumuskan regulasi kebijakan terkait STBM melalui Peraturan Desa dan mengalokasi anggaran untuk STBM. Ketersediaan anggaran desa untuk STBM ikut mempermudah  kerja-kerja perbaikan sanitasi dan hidup bersih di masyarakat.

“Secara fisik kita memang sudah mencapai 100% STBM tetapi dari aspekperilaku hidup bersih secara konsisten masih merupakan pekerjaan rumah yang masih harus dilakukan terus menerus hingga menjadi kebiasaan dan kebutuhan,” ungkap Camat Wewewa Timur. “Namun capaian fisik merupakan awal untuk menuju kebiasaaan berperilaku hidup bersih yang berkualitas,” lanjutnya.

Mama Juwi pun setuju dengan pernyataan tersebut. Dia optimis bahwa program STBM ini akan terus berkelanjutan, karena semua elemen mulai dari tingkat kecamatan sampai tingkat desa telah ikut terlibat dalam upaya perbaikan sanitasi. Bahkan dengan adanya regulasi dari kabupaten sampai tingkat desa, akan mempercepat perubahan sanitasi dan hidup bersih di masyarakat. Kelembagaan Pokja AMPL Kebupaten hingga tim STBM Desa pun sudah memahami peran dan fungsinya serta aktif melakukan pendampingan dan monitoring untuk meraih 100% STBM.

Semua beban tanggungjawab sebagai sanitarian kini terbayar dengan senyum bahagia melihat desa telah mencapai 100% STBM. Mama Juwi bersama masyarakat pun siap mengumandangkan keberhasilan dalam pesta deklarasi STBM. Diharapkan derajat kesehatan masyarakat meningkat dan kesejahteraan pun terwujud di Sumba tercinta.