CAMAT IKUT MENENTUKAN KEBERHASILAN STBM

By Admin | Saturday, 13 February 2018 | 12 views

 

Pemerintah Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya, termasuk salah satu kecamatan yang aktif dalam upaya percepatan akses sanitasi dan air minum. Camat Loura sendiri, Fransiskus Lamunde, langsung turun tangan bersama anggota Pokja AMPL ikut serta dalam kegiatan pemicuan.

Ada tiga desa yang telah disepakati akan melakukan pemicuan, yaitu: Desa Bondo Boghila, Desa Letekonda dan Desa Karuni. Kehadiran Camat ini, selain untuk mendorong percepatan akses sanitasi, juga untuk meningkatkan semangat kebersamaan warga dalam Bulan Bakti Gotong Royong pada Mei 2017.

Pemicuan di desa Bondo Boghila dilakukan pada 20 dan 21 April 2017. Camat dan Sekretaris Kecamatan Loura turun langsung serta menjadi bagian dari tim pemicuan bersama dengan sanitarian dan kader STBM Desa. Dalam kegiatan pemicuan, Fransiskus menjelaskan kepada masyarakat bahwa memiliki jamban sebagai tempat untuk menyimpan limbah manusia adalah pilihan yang bermartabat walaupun dengan jamban yang masih sederhana.

“Memanfaatkan bahan lokal yang ada di sekitar kita, yang penting kuat dan memenuhi syarat kesehatan,” ujarnya. “Untuk pembuatan lubang jamban akan kita lakukan secara gotong royong dengan pembentukan tim di setiap RT,” katanya lebih lanjut.

Melalui kehadiran dan motivasi dari Camat ini, Pokja AMPL Kecamatan dan Tim STBM Desa berharap dapat merubah perilaku sanitasi dan higiene yang dilakukan tanpa subsidi. Sehingga masyarakat bersikap mandiri dalam membangun sarana sanitasi yang menjadi kebutuhan bagi seluruh anggota keluarganya. Mereka tidak perlu menunggu bantuan dari pemerintah dan tidak perlu menunda lagi untuk melakukan kebiasaan hidup bersih. Lebih baik mencegah agar anggota keluarga tidak sakit dengan memperbaiki sanitasi dan perilaku hidup bersih.

Pemicuan di dua desa lainnya dilakukan pada 25 April 2017 untuk Desa Letekonda dan pada 27 April 2017 untuk Desa Karuni. Di dua desa ini, Pokja AMPL Kecamatan sebagai motor penggerak yang melakukan proses pemicuan. Mereka melibatkan aparat pemerintah desa dan kader STBM Desa dalam persiapan pengorganisasian masyarakat, tempat kegiatan, alat dan media pemicuan yang dibutuhkan.

Kader STBM Desa juga berperan menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta. Apalagi dalam kegiatan itu hadir tim Pokja AMPL Kecamatan. Suasana nyaman ini penting agar proses partisipasi bisa optimal. Warga pun bisa menyampaikan pendapatnya secara berani dan jujur, tanpa ada unsur terpaksa atau hanya sekedar menyenangkan hari para petugas.