MENANGGULANGI HIV-AIDS BUTUH KOMITMEN BERSAMA

By Admin | Friday, 12 February 2018 | 14 views

 

Upaya menanggulangi HIV-AIDS tidak bisa secara otomotis diarahkan pada berjalannya kegiatan pencegahan, pengobatan dan penanganan ODHA, tetapi faktor-faktor mendasar yang berkaitan dengan tingkat pengetahuan, kondisi ekonomi dan budaya masyarakat serta kebijakan dan komitmen para pemangku kebijakan terkait isu ini. Oleh sebab itu, CD Bethesda sejak awal mengajak stakeholder di wilayah untuk membahas isu HIV-AIDS ini, masuk bersama-sama ke desa-desa untuk memberikan pemahaman ke masyarakat, melakukan koordinasi dan berbagi peran antar pihak, baik pemerintah maupun non pemerintah, agar upaya yang dilakukan bisa efektif mencapai sasaran.

Pendidikan tentang HIV-AIDS dilaksanakan di desa-desa di wilayah Alor, Malaka dan Sumba Timur. Kegiatan ini melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD), Dinas Kesehatan, Petugas Puskesmas, TKD dan CD Bethesda. Selama tahun 2016, pendidikan HIV-AIDS di Alor dilaksanakan di 7 desa dan 1 SMA. Jumlah total peserta adalah 291 orang yang terdiri dari 94 laki-laki dan 197 perempuan. Di wilayah Malaka dilaksanakan di 6 desa, 2 gereja dan 3 SMA dengan jumlah total peserta 311 orang yang terdiri 91 laki-laki dan 220 perempuan. Di Sumba Timur dilaksanakan di Kecamatan Nggoa pada 14 November 2016 dan di SMA Nggoa pada 2 Desember 2016. Total peserta adalah 153 orang, terdiri dari 76 laki-laki dan 77 perempuan.

CD Bethesda juga menginisiasi pertemuan stakeholder HIV-AIDS di Malaka, Alor dan Sumba Timur untuk membangun komitmen bersama dalam upaya menanggulangi HIV-AIDS. Dalam tahun ini, di Malaka dilaksanakan setidaknya 6 kali pertemuan yang membahas kebijakan dan kendala penanggulangan HIV. Kegiatan ini melibatkan Dinkes, KPA, Kecamatan Malaka Barat dan Weliman serta CD Bethesda. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bersama yaitu melakukan pertemuan jaringan setiap 3 bulan sekali dan kerjasama sosialisasi HIV-AIDS di masyarakat. Selain itu, juga ada rencana tindak lanjut berupa kerjasama sosialisasi HIV dan AIDS di masyarakat.

Di Alor, pertemuan yang melibatkan Dinkes, Konselor dari Dinkes, Klinik VCT RSUD, ODHA dan CD Bethesda ini telah dilaksanakan 3 kali. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan yaitu terbentuknya Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Maheza yang berarti terimakasih dipertemukan, didukung dan dimotivasi. Selanjutnya akan ada pertemuan rutin KDS di Kalabahi. Sementara pertemuan stakeholder di Kabupaten Sumba Timur dihadiri oleh Dinas Kesehatan, KPA, Klinik VCT RSUD, Pelkesi, Bappeda, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, dan CD Bethesda. Melalui pertemuan ini ada kesepakatan untuk kerjasama dengan KPA untuk sosialisasi HIV-AIDS di tingkat Desa dan kerjasama dengan klinik VCT RSUD dalam Voluntary Counceling and Testing (VCT/Konseling dan Tes Sukarela) dan Care, Support and Treatment (CST/Perawatan, Dukungan dan Pengobatan).

Semakin banyaknya kepedulian stakeholder di kabupaten terhadap isu HIV-AIDS dapat dilihat pada saat Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2016 yang diikuti lebih banyak perwakilan lembaga dan individu dengan kegiatan yang beragam. Di wilayah Malaka, peringatan HAS tidak hanya diikuti Dinas Kesehataan, KPA, CD Bethesda, Puskesmas dan masyarakat saja, tetapi juga melibatkan TNI dan Polri. Keikutsertaan prajurit tentara dan polisi dalam peringatan HAS ini merupakan hal baru. Dalam rangkaian kegiatan yang berupa Lomba Pengetahuan tentang HIV-AIDS, pembacaan Deklarasi Malaka Bebas HIV, testimoni ODHA, longmarch dan malam seribu lilin, juga diadakan VCT bagi anggota TNI, Polri dan masyarakat yang rentan terinfeksi HIV. Dari 84 orang yang melakukan VCT, ada 2 orang yang dinyatakan positif terinfeksi HIV dan dirujuk ke RS Atambua, Kabupaten Belu, untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Peringatan HAS pada 1 Desember 2016 di Kabupaten Alor mampu melibatkan sekitar 377 peserta (14 laki-laki dan 363 perempuan) yang tergabung dalam Aliansi Peduli AIDS Alor. Rangkaian kegiatan berupa Aksi longmarch, pengukuran tekanan darah dan donor darah, pelayanan VCT, sosialisasi HIV-AIDS serta aksi teatrikal. Sedangkan peringatan HAS di Sumba Timur dilaksanakan di Kecamatan Nggoa pada 2 Desember 2016 dalam bentuk jalan sehat, senam, talkshow, pemeriksaan asam urat dan gula darah.

Keterlibatan dan peran aktif KPAD, Dinas Kesehatan, Klinik VCT RSUD dan Bappeda di Kabupaten ini membawa angin segar adanya kebijakan yang lebih terintegrasi dalam penanggulangan HIV-AIDS di daerah. Sehingga upaya komprehensif bisa dilakukan mulai dari pencegahan, promosi, pengobatan dan penanganan ODHA, termasuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan keluarganya.*