Notice: Undefined property: System::$pageID in /home/chicdb11/public_html/cni-system/system.php on line 1167

GUNUNG ES di TIMOR LESTE ITU BERNAMA HIV AIDS

By Admin | Wednesday, 26 September 2015 | 1179 views

Dalam dunia kedokteran klinis dan kedokteran masyarakat modern, HIV dan AIDS dikategorikan sebagai penyakit menular seksual dengan tingkat penyebaran yang tinggi. Bahkan, dalam setidaknya 3 dekade belakangan ini telah dibentuk badan tingkat internasional, nasional, hingga sub-distrik di hampir seluruh dunia untuk mengatasi problem penularan dan penyebaran HIV dan AIDS. Hal ini disebabkan oleh fenomena bahwa HIV AIDS mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan orang-orang yang terinfeksi, dan mengancam bagi kehidupan generasi selanjutnya.

Kasus AIDS pertama kali ditemukan di Amerika Serikat pada tahun 1981, namun saat itu hanya sedikit sekali informasi yang menjelaskan temuan apa sebenarnya penyebabnya. Sekarang, setelah dilakukan banyak sekali penelitian tentang penyakit ini, terbukti bahwa penyebabnya adalah sebuah virus yang dinamakan HIV, yaitu human immunodeficiency virus. Jadi, untuk menelusuri AIDS, kita harus tahu dulu asal usul virus HIV.

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan atau pertahanan tubuh manusia. Ya, hanya manusia yang bisa tertular dan mendapatkan virus ini. Karena bisa meruntuhkan system kekebalan tubuh manusia, maka pada manusia yang sudah mendapatkan virus ini di dalam tubuhnya, ketika mengalami sakit, tidak ada lagi pertahanan atau antibodi pada manusia tersebut untuk “mengusir penyakitnya”. Artinya, dalam hitungan waktu ia bisa saja meninggal karena penyakit penyerta (disebut Opportunistic Illness) itu karena virus HIV menguasai / menyandera system pertahanan tubuhnya. Dalam kondisi tubuh yang lemah tanpa pertahanan, maka orang tersebut yang mempunyai virus HIV di dalam tubuhnya masuk dalam fase yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Dengan pengobatan Antiretroviral atau yang disingkat ARV, orang yang terinfeksi virus HIV atau sering disebut ODHA (Orang Dengan HIV AIDS), bisa mulai membangun pertahanan tubuhnya dengan meningkatkan jumlah sel antibody yang disebut CD4, sehingga tidak mudah terserang penyakit. Tentu saja tetap menjaga gaya hidup sehat yang tidak memungkinkan terjadi penularan ke orang lain. Pengobatan ARV ini harus rutin, setiap hari selama sisa waktu hidupnya. Meski mahal, ODHA biasanya diberi subsidi oleh pemerintah dari dana-dana alokasi kesehatan rutin Negara.

Bagaimana cara penularan HIV? Virus HIV hanya bisa bergerak dan hidup dalam darah segar dan beberapa cairan tubuh yang bukan keringat. Berdasarkan penelitian, virus ini tertular melalui pertukaran /transfusi darah (misalnya donor darah), cairan sperma, ASI, dan cairan vagina.  Apabila ada yang mengatakan bahwa tertular melalui keringat dan udara, itu adalah informasi yang tidak dibenarkan sama sekali.

Bagaimana Kasus HIV dan AIDS di Timor Leste?

Seperti halnya di Negara yang arus perpindahan penduduk dan keluar masuk manusia yang sangat dinamis, ternyata Timor Leste tidak luput dari kemungkinan penyebaran HIV AIDS. Berdasarkan laporan dari Komisi Penanggulangan AIDS di Timor Leste per tahun 2014, sudah menembus angka 447 per 1 Agustus 2014. Di bulan September 2014 koran nasional melaporkan angka HIV AIDS sudah mencapai 500 (Suara Timor Lorosae, 2014). Itu yang baru terlaporkan. Padahal masih banyak wilayah-wilayah terpencil di Timor Leste yang belum dilakukan pemeriksaan secara sukarela, sementara pergerakan ODHA juga sulit untuk dikontrol.

Salah satu fenomena dan tradisi perilaku seksual tidak aman, yaitu berganti pasangan dan tanpa alat pengaman seperti kondom, diduga menjadi penyebab kuat semakin cepatnya penularan HIV yang tidak terbendung. Inilah yang disebut gunung es bagi masyarakat Timor Leste, sebuah fenomena terpendam yang di dalamnya berkembang menjadi masalah besar, namun pada permukaannya hanya terlihat kecil saja. Tanpa langkah strategis yang jelas dari berbagai pihak, maka gunung es akan tetap ada dan tak terpecahkan, yang mengancam kehidupan generasi muda Timor Leste.

Apa yang sebaiknya dilakukan?

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi, edukasi tentang kesehatan seksual dan reproduksi termasuk tentang HIV dan AIDS musti digencarkan mulai sekarang ini, di sekolah, gereja, dan komunitas. Semangat untuk bangkit dari sejarah kelam Timor Leste tidak bisa surut hanya karena satu persoalan, tetapi apabila satu persoalan kesehatan yang penting ini diabaikan, maka bayangan kelam masa depan Timor Leste tetap ada. Kita sebagai generasi muda harus membawa sejumlah gagasan untuk mendorong masyarakat bergerak ke arah perubahan, yaitu perbaikan kualitas kesehatan khususnya dalam hal kesehatan reproduksi. Menggerakkan perilaku seks yang aman dan sehat, tidak berganti pasangan, tidak menggunakan jarum suntik bergantian, merupakan beberapa langkah pencegahan penularan. Di samping itu, terhadap ODHA kita tetap menjaga penghargaan dan penghormatan akan hak mereka untuk tetap diperhatikan kualitas kesehatan, diperbolehkan bekerja atau menempuh pendidikan tanpa diskriminasi, dan diberikan perlindungan hukum.

Di sisi lain, kita harus menyadari bahwa tantangan kultur dan peraturan lembaga agama yang cukup tegas melarang penggunaan kontrasepsi terpampang di depan mata. Pekerjaan rumah yang tidak mudah. Semuanya berawal dari niat baik, sehingga kita percaya, kelak pasti ada perubahan yang baik, didukung oleh motivasi yang kuat dari para mitra. (*dew)