Select Language    

Wilayah Layanan

Nusa Tenggara Timur (Flores, Sumba, Alor Pantar, Timor Barat)

Luas : 47,876 km2
Populasi : 4,127,000
Poverty : 1,149,865 (27.86%)
Life : 66
 
Di antara beberapa daerah pelayanan kami (Kota Sikka, Alor, Pantar, Timor Barat, Lembata, Sumba Barat dan Sumba Timur : 7 dari 16 kabupaten di NTT), kami mencatat sekurang – kurangnya 30 anak kurang gizi dan 1 – 5 anak terserang perut bengkak di setiap desa, beberapa diantaranya fatal. Selama tahun 2004, kami mencatat total terdapat 13.766 kasus kurang gizi di semua kabupaten dan 49 kasus fatal kurang gizi akut. Selain itu, persentase kemiskinan pada tahun 2004 hampir 28%. persentase ini mencerminkan tingginya biaya hidup atas kebutuhan dasar sebagai konsekuensi sangat tingginya harga BBM.

Sejak berkurangnya jumlah curah hujan di daerah ini (biasanya kurang dari satu bulan) , tanahnya tidak dapat ditanami dan secara berkala terjadi gagal panen. Pada kenyataannya, 43.7% dari luasan sawah tidak menghasilkan panenan yang baik dan masyarakat menghadapi krisis pangan, air bersih, dan penyakit seperti kurang gizi akut (marasmus Kwarshiorkor), malaria, TB, filarial, dll. Masalah tambahan yang lain meliputi (a) rendahnya kualitas pelayanan rumah sakit, (b) persediaan kamar di rumah sakit tidak cukup dibandingkan dengan tuntutan ban-yaknya penduduk, (c) ketidak seimbangan rasio antara dokter, tenaga kesehatan, perawat dan jumlah fasilitas kesehatan dengan penduduk. 
 
Masalah pengembangan kesehatan di NTT tidak hanya disebabkan karena faktor kesehatan, tetapi juga karena faktor lainnya, diantaranya (a) masalah kemiskinan seperti yang telah disebutkan di atas (b) krisis ekonomi yang dialihkan menjadi rendahnya budget departemen kesehatan (c) turunnya daya beli masyarakat dan kemampuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (d) rendahnya tingkat pendidikan masyarakat (e) sulitnya geografis dan topografi NTT, termasuk karena curamnya dataran tinggi yang membuat pelayanan kesehatan menjadi sulit dan terbatasnya tenaga dokter dan staf non medis. 
 
Sekarang, penyebaran HIV/AIDS juga menimpa masyarakat di Timor Barat, karena Kupang (Timor Barat) sebagai pusat bisnis NTT menjadi tempat “transit“ dan untuk bisnis prostitusi. Meski jumlah kasusnya belum diketahui secara jelas, jumlah penderita HIV/AIDS naik, 231 kasus per April 2007. Kurangnya pengetahuan berkaitan erat dengan penyebaran HIV/AIDS, STI, dan kesehatan reproduksi menjadi salah satu alasan. Kebanyakan laki – laki dan perempuan di Timor Barat bekerja di luar negeri dan beberapa di antara mereka menjadi pekerja tidak resmi atau melacur, bahkan mereka tidak tahu tentang bahayanya HIV/AIDS.

Program di NTT :
-   
penguatan ORA dan pembentukan kapasitas
-    Pos Obat Desa
-    Pengobatan Tradisional dan Herbal
-    Pengobatan PMS dan HIV/AIDS
-    Program Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Menular
-    Program Sanitasi dan Air
-    Perbaikan Ekonomi untuk Masyarakat

Kantor Area:
Alor:
Jl. Demak 3B
Kalabahi Timur Jembatan Hitam
Kalabahi 85811 Alor
East Nusa Tenggara, Indonesia
Ph: +62 (0) 386 21245

Flores:
Jl. Nairoa Waiara RT 17/RWVII
Namangkewa Kawapante
Kotak Pos 164
Maumere Flores East Nusa Tenggara, Indonesia
Ph: +62 (0) 382 22662

East Sumba:
Jl. WJ Lalamentik, Kalurahan Matawai
Kec. Kota
Waingapu
Sumba Timur 87111
Ph: +62 (0) 387 61815

Timor Barat
Jl. Jend Suharto, Kal. Oeikefan
Kec. Soe TTS
Ph: +62 (0) 388 21925

Berita Terbaru
 
Selasa, 02 Juni 2009, 01:16 WIB
Viewed : 123391 times
Training HAM untuk Kesehatan: Pencerahan bagi Rakyat

Masyarakat awam tidak pernah tahu bahwa memiliki hidup sehat adalah bagian dari hak asasi manusia. Masyarakat juga belum pernah diberitahu bahwa mengusahakan pelayanan kesehatan dan menjamin kehidupan sehat adalah kewajiban

More...
Jumat, 29 Mei 2009, 00:44 WIB
Viewed : 129224 times
P2M, Air Bersih dan Gizi Buruk masih menjadi isu strategis di NTT

Pertemuan Regional organisasi rakyat (ORA) mitra CD Bethesda wilayah NTT berlangsung 14-16 September 2008 bertempat di Kota Waingapu, diikuti 200 peserta utusan ORA dari 4 area CD Bethesda: Alor, Flores, Timor Barat

More...
indeks berita